dapurkuliner.com Aceh dikenal sebagai daerah yang kaya akan tradisi dan budaya, termasuk dalam hal kuliner. Salah satu kue tradisional yang hingga kini masih memiliki tempat di hati masyarakat adalah kue bhoi. Kue ini sering disebut sebagai kue bolu ikan karena bentuknya yang menyerupai ikan kecil dengan tekstur lembut seperti bolu. Meski banyak kuliner modern bermunculan, kue bhoi tetap menjadi pilihan favorit masyarakat Aceh, terutama ketika menjelang perayaan hari raya.
Di berbagai daerah di Aceh, tradisi membuat dan menyajikan kue bhoi masih terus dijaga oleh masyarakat. Banyak keluarga menjadikan kue ini sebagai bagian dari hidangan khas saat berkumpul bersama kerabat. Rasanya yang manis dan teksturnya yang ringan membuat kue bhoi cocok dinikmati bersama secangkir kopi atau teh hangat, terutama saat suasana hari raya yang penuh kehangatan.
Menjelang hari raya Idul Fitri, aktivitas masyarakat di beberapa pasar tradisional mulai terlihat lebih ramai dari biasanya. Banyak warga yang berburu berbagai jenis kue khas daerah untuk dijadikan hidangan di rumah atau oleh-oleh ketika pulang ke kampung halaman. Salah satu yang paling banyak dicari adalah kue bhoi, kuliner tradisional Aceh yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang cukup kuat.
Di kawasan Meulaboh, misalnya, pedagang kue tradisional mulai menerima banyak pesanan kue bhoi dari pelanggan. Permintaan biasanya meningkat ketika hari raya semakin dekat. Banyak orang membeli kue ini untuk disajikan kepada tamu yang datang bersilaturahmi atau untuk dibawa sebagai buah tangan ketika mengunjungi keluarga.
Salah satu pedagang kue tradisional di daerah Langung, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, mengatakan bahwa kue bhoi memang selalu menjadi salah satu kue yang paling dicari ketika menjelang Lebaran. Menurutnya, banyak pelanggan yang memesan kue tersebut jauh hari sebelumnya agar tidak kehabisan.
Kue bhoi memiliki ciri khas yang cukup unik dibandingkan dengan kue tradisional lainnya. Bentuknya menyerupai ikan kecil dengan detail yang cukup jelas pada bagian badan dan ekor. Bentuk tersebut bukan tanpa makna, karena dalam budaya Aceh ikan sering dianggap sebagai simbol rezeki dan keberkahan. Oleh karena itu, kue ini tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga memiliki nilai simbolis dalam tradisi masyarakat.
Proses pembuatan kue bhoi sebenarnya cukup sederhana, namun membutuhkan ketelitian agar menghasilkan bentuk yang sempurna. Bahan-bahan yang digunakan biasanya terdiri dari telur, gula, dan tepung yang diolah menjadi adonan bolu. Adonan tersebut kemudian dituangkan ke dalam cetakan khusus berbentuk ikan sebelum dipanggang hingga matang.
Setelah matang, kue bhoi memiliki tekstur yang lembut dan rasa manis yang tidak terlalu kuat. Hal ini membuat kue tersebut cocok dinikmati oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Selain itu, aroma khas dari kue yang baru dipanggang juga menambah daya tarik tersendiri bagi para penikmatnya.
Walaupun tergolong sebagai kue tradisional yang sudah ada sejak lama, kue bhoi tidak kehilangan popularitasnya di tengah perkembangan kuliner modern. Bahkan, beberapa pembuat kue mulai menghadirkan variasi baru seperti menambahkan taburan gula halus atau memberikan warna yang lebih menarik pada kue tersebut. Inovasi tersebut dilakukan agar kue bhoi tetap diminati oleh generasi muda tanpa menghilangkan cita rasa aslinya.
Keberadaan kue bhoi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan warisan kuliner Aceh. Banyak masyarakat yang merasa bahwa menjaga tradisi kuliner lokal merupakan bentuk penghormatan terhadap budaya leluhur. Oleh karena itu, kue bhoi tidak hanya dipandang sebagai makanan biasa, tetapi juga sebagai simbol identitas daerah.
Di berbagai acara keluarga maupun kegiatan adat, kue bhoi sering kali disajikan bersama berbagai jenis kue tradisional lainnya. Kehadirannya selalu membawa nuansa nostalgia bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang pernah menikmati kue tersebut sejak masa kecil. Kenangan tersebut membuat kue bhoi memiliki nilai emosional yang cukup kuat di tengah masyarakat Aceh.
Meskipun saat ini banyak pilihan kue modern yang tampil lebih menarik secara visual, kue bhoi tetap memiliki daya tarik tersendiri. Kesederhanaan bentuk dan cita rasanya justru menjadi alasan mengapa kue ini masih bertahan hingga sekarang. Banyak orang merasa bahwa menikmati kue bhoi sama seperti menikmati bagian dari sejarah kuliner Aceh yang terus hidup dari generasi ke generasi.
Dengan tetap tingginya minat masyarakat terhadap kue bhoi, para pedagang kue tradisional berharap kuliner khas Aceh ini akan terus dikenal oleh generasi berikutnya. Melalui upaya pelestarian dan inovasi yang dilakukan oleh para pembuat kue, kue bhoi diharapkan tidak hanya menjadi makanan khas saat hari raya, tetapi juga tetap menjadi bagian penting dari kekayaan kuliner Indonesia.

Cek Juga Artikel Dari Platform radarbandung.web.id
