Chai kue atau yang juga dikenal dengan sebutan choi pan merupakan salah satu makanan khas Pontianak yang memiliki tempat istimewa di hati pencinta kuliner tradisional. Hidangan kukus berkulit transparan ini dikenal dengan cita rasa gurih, tekstur kenyal, dan isian sayur yang sederhana namun kaya rasa. Di Pontianak, chai kue bukan sekadar camilan, melainkan bagian dari warisan kuliner yang tumbuh bersama sejarah masyarakat Tionghoa di Kalimantan Barat.
Chai kue diperkenalkan oleh komunitas keturunan Tionghoa suku Teochew (Tio Ciu) yang bermigrasi ke wilayah Kalbar. Awalnya dikenal dengan nama ziao tje, makanan ini kemudian beradaptasi dengan lidah lokal dan dikenal luas sebagai choi pan, yang secara harfiah berarti “kue sayur”. Kata choi berarti sayuran, sementara pan berarti kue. Seiring waktu, masyarakat Pontianak melafalkannya sebagai chai kue.
Ciri Khas Chai Kue Pontianak
Chai kue khas Pontianak memiliki ciri yang cukup berbeda dibandingkan daerah lain. Bentuknya umumnya memanjang atau setengah bulan, kulitnya transparan, dan isiannya didominasi bengkoang yang diparut kasar. Selain bengkoang, biasanya ditambahkan ebi untuk memperkaya rasa gurih alami. Ciri lainnya adalah taburan bawang putih goreng dan siraman minyak bawang yang harum, menjadikannya semakin menggugah selera.
Berbeda dengan versi Bangka Belitung yang berbentuk segitiga dan berisi pepaya muda, chai kue Pontianak justru menonjolkan kesegaran bengkoang dan aroma bawang putih yang kuat. Variasi modern bahkan menambahkan ayam cincang agar rasanya lebih mantap dan mengenyangkan.
Rahasia Chai Kue Anti Gagal
Banyak orang ragu mencoba membuat chai kue sendiri karena khawatir kulitnya mudah sobek, tidak transparan, atau isian terlalu berair. Padahal, kunci keberhasilan resep chai kue Pontianak terletak pada tiga hal utama: komposisi tepung yang tepat, penggunaan air mendidih, dan minyak bawang putih.
Kulit chai kue harus lentur, kenyal, dan tidak mudah pecah saat dilipat. Untuk itu, kombinasi tepung tapioka dan tepung tang mien menjadi rahasia utama. Tepung tapioka memberi kekenyalan, sedangkan tepung tang mien membantu menghasilkan tekstur transparan yang cantik.
Resep Chai Kue Isi Bengkoang Khas Pontianak
Bahan Kulit Chai Kue
- 100 gram tepung tapioka
- 150 gram tepung tang mien
- 300 ml air mendidih
- 35–40 ml minyak bawang putih
- Garam secukupnya
- ¼ sdt merica bubuk
- ¼ sdt kaldu bubuk
Cara Membuat Minyak Bawang Putih
Minyak bawang putih menjadi elemen penting karena memberi aroma khas pada kulit chai kue.
Panaskan sekitar 50 ml minyak goreng. Masukkan bawang putih cincang, goreng hingga berwarna kuning keemasan. Angkat bawang putihnya untuk isian, dan sisihkan minyaknya untuk adonan kulit.
Cara Membuat Kulit Chai Kue
Campurkan tepung tapioka dan tepung tang mien dalam wadah besar. Tambahkan merica, kaldu bubuk, dan garam, aduk rata. Tuang air mendidih sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan menyatu. Uleni sebentar saja hingga adonan kalis dan tidak lengket. Masukkan minyak bawang putih, uleni ringan hingga adonan lentur.
Ambil adonan, giling hingga tipis. Cetak menggunakan cetakan atau tutup gelas dengan diameter sekitar 12 cm. Tutup adonan dengan kain agar tidak kering saat menunggu proses pengisian.
Bahan Isian Chai Kue
- 600 gram bengkoang, serut kasar
- 100 gram ebi
- 8 siung bawang putih
- Garam secukupnya
- ¾ sdt merica bubuk
- ¾ sdt kaldu bubuk
Cara Membuat Isian
Rendam ebi dengan air panas hingga lunak, tiriskan lalu cincang atau blender kasar. Tumis ebi hingga harum. Masukkan bawang putih goreng, lalu masukkan bengkoang serut. Tambahkan merica, kaldu, dan garam. Tumis hingga bengkoang layu dan airnya menyusut. Angkat dan dinginkan sebelum digunakan.
Isian yang sudah dingin akan memudahkan proses pelipatan dan mencegah kulit chai kue menjadi lembek.
Cara Membentuk dan Mengukus Chai Kue
Ambil satu lembar kulit chai kue, beri isian secukupnya di tengah. Lipat menjadi setengah lingkaran, rapatkan pinggirannya dengan ditekan atau dibuat renda seperti pastel. Tata chai kue di loyang kukusan yang telah dioles minyak.
Kukus selama 10–12 menit hingga kulit terlihat bening dan matang sempurna. Jangan mengukus terlalu lama agar tekstur tetap kenyal dan tidak lembek.
Cara Penyajian
Chai kue paling nikmat disajikan hangat. Siram dengan sedikit minyak bawang putih, taburi bawang putih goreng, dan sajikan bersama sambal cabai atau air cabe khas Pontianak. Perpaduan gurih, segar, dan pedas akan terasa sangat seimbang.
Tips Penting agar Chai Kue Sukses
- Gunakan air benar-benar mendidih untuk kulit agar transparan
- Jangan menguleni adonan terlalu lama
- Pastikan isian tidak terlalu basah
- Kukus dengan api sedang agar kulit tidak pecah
Penutup
Resep chai kue Pontianak isi bengkoang ini membuktikan bahwa makanan tradisional tidak selalu sulit dibuat. Dengan teknik yang tepat, siapa pun bisa menghasilkan chai kue yang kenyal, transparan, dan gurih seperti buatan pedagang legendaris Pontianak. Selain cocok sebagai camilan, chai kue juga pas dijadikan menu usaha rumahan karena daya tariknya yang kuat dan cita rasa yang khas.
Dengan resep ini, kamu tidak hanya memasak, tetapi juga ikut melestarikan salah satu kekayaan kuliner Kalimantan Barat.
Baca Juga : Cara Membuat Pempek Kapal Selam Anti Gagal di Rumah
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : beritajalan

