dapurkuliner.com Berkunjung ke Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi, rasanya belum lengkap jika belum mencoba salah satu kuliner tradisional yang sedang naik daun. Namanya Lemang Golek Asli Sako, jajanan sederhana yang punya rasa luar biasa.
Kuliner ini dikenal dengan perpaduan manis dan gurih yang khas. Tekstur ketannya lembut, aroma panggangnya harum, dan bagian tengahnya menyimpan kejutan rasa manis dari gula aren.
Menariknya, meski hanya dijual di tenda sederhana di pinggir jalan, lemang golek ini justru menjadi favorit banyak orang. Warga lokal sering membeli untuk camilan, sementara pendatang menjadikannya oleh-oleh khas dari Sungai Penuh.
Kuliner tradisional seperti ini membuktikan bahwa cita rasa autentik selalu punya tempat di hati masyarakat.
Rasa Manis Gurih yang Bikin Ketagihan
Lemang Golek Asli Sako memiliki rasa yang unik. Gurihnya berasal dari beras ketan putih yang dipanggang hingga matang sempurna. Manisnya datang dari gula aren yang meleleh di bagian tengah.
Saat digigit, rasa ketan yang lembut langsung berpadu dengan manis legit gula aren. Kombinasi ini membuat lemang golek terasa sederhana, tetapi sangat memuaskan.
Banyak pembeli menyukai sensasi hangat dan aroma daun pisang yang ikut menambah kenikmatan. Lemang golek ini cocok dinikmati pagi, sore, atau malam hari sebagai teman minum teh atau kopi.
Kuliner ini juga menjadi pilihan camilan yang mengenyangkan karena bahan utamanya adalah ketan.
Proses Pembuatan yang Cepat dan Tradisional
Salah satu hal menarik dari lemang golek ini adalah proses pembuatannya yang masih tradisional. Lemang dibuat dari beras ketan putih yang sudah disiapkan sebelumnya.
Di bagian tengah ketan, ditambahkan gula aren sebagai isian utama. Setelah itu, ketan dibungkus menggunakan daun pisang agar aromanya semakin kuat.
Proses pemanggangan dilakukan hingga lemang matang merata. Teknik panggang ini membuat lemang golek memiliki rasa khas yang sulit ditiru.
Meski terlihat sederhana, prosesnya membutuhkan ketelitian. Api harus dijaga agar tidak terlalu besar. Jika terlalu panas, lemang bisa gosong. Jika kurang panas, ketan tidak matang sempurna.
Karena pembuatannya cukup cepat, pembeli tidak perlu menunggu lama. Lemang golek bisa langsung dinikmati dalam kondisi hangat.
Lokasi Strategis di Jantung Kota
Lemang Golek Asli Sako dijajakan di lokasi yang sangat strategis. Lapaknya berada di depan Masjid Raya Kota Sungai Penuh.
Karena berada di pusat kota, tempat ini mudah ditemukan oleh siapa saja. Banyak orang mampir setelah beraktivitas, selesai beribadah, atau sekadar lewat di kawasan tersebut.
Lokasi yang ramai membuat lapak lemang golek hampir tidak pernah sepi pembeli. Setiap hari selalu ada pelanggan yang datang, baik warga sekitar maupun wisatawan.
Keberadaan kuliner ini juga menambah daya tarik Kota Sungai Penuh sebagai kota dengan kekayaan makanan tradisional yang masih hidup.
Usaha Kuliner yang Berkembang Pesat
Usaha Lemang Golek Asli Sako dimiliki oleh Jolianto. Meski baru berjalan sekitar satu tahun, usaha ini berkembang sangat cepat.
Dalam sehari, Jolianto mampu menjual sekitar 500 hingga 700 lemang golek. Angka ini menunjukkan betapa besarnya minat masyarakat terhadap kuliner tersebut.
Penjualan yang tinggi juga membuktikan bahwa makanan tradisional masih memiliki pasar yang kuat. Apalagi jika rasanya konsisten dan harganya terjangkau.
Lemang golek ini dibanderol dengan harga ramah di kantong, sehingga semua kalangan bisa menikmati.
Kuliner sederhana ini akhirnya menjadi salah satu andalan Sungai Penuh.
Keuntungan Harian dan Dampak Ekonomi
Dari penjualan ratusan lemang setiap hari, Jolianto mengaku bisa meraup keuntungan sekitar Rp400 ribu hingga Rp500 ribu per hari.
Hasil tersebut tentu sangat membantu perekonomian keluarganya. Usaha kecil seperti ini menjadi contoh nyata bagaimana kuliner tradisional bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.
Tidak hanya itu, usaha ini juga membuka lapangan pekerjaan. Jolianto dibantu oleh empat orang karyawan yang bekerja setiap hari.
Dengan adanya karyawan, produksi bisa berjalan lancar dan pembeli bisa dilayani lebih cepat.
Kuliner lokal seperti ini tidak hanya soal rasa, tetapi juga soal kontribusi terhadap ekonomi masyarakat.
Kuliner Tradisional yang Cocok Jadi Oleh-Oleh
Bagi wisatawan yang datang ke Sungai Penuh, lemang golek ini juga cocok dijadikan oleh-oleh. Bentuknya praktis, rasanya khas, dan mudah dibawa.
Banyak pendatang membeli dalam jumlah banyak untuk dibagikan kepada keluarga atau teman.
Lemang golek juga menjadi simbol bahwa Sungai Penuh punya kuliner khas yang unik dan berbeda dari daerah lain.
Dengan semakin populernya Lemang Golek Asli Sako, kuliner ini berpotensi menjadi ikon baru pariwisata kuliner Jambi.
Lemang Golek Asli Sako Jadi Kebanggaan Sungai Penuh
Lemang Golek Asli Sako bukan hanya jajanan pinggir jalan. Kuliner ini sudah menjadi favorit warga dan pendatang karena rasanya yang manis gurih serta aromanya yang khas.
Dari tenda sederhana di depan Masjid Raya, usaha ini berkembang pesat dan mampu menjual ratusan lemang setiap hari.
Kisah Jolianto juga menunjukkan bahwa kuliner tradisional bisa menjadi peluang ekonomi yang besar jika dikelola dengan konsisten.
Bagi siapa pun yang berkunjung ke Kota Sungai Penuh, mencicipi lemang golek adalah pengalaman yang wajib dicoba.

Cek Juga Artikel Dari Platform baliutama.web.id
