Kuliner Indonesia Bersinar di TasteAtlas Awards Dunia
Kuliner Indonesia kembali menunjukkan kekuatannya di kancah internasional melalui berbagai kategori penghargaan yang dirilis oleh TasteAtlas. Tidak hanya masuk dalam daftar negara dengan masakan terbaik dunia, Indonesia juga mencatat prestasi penting melalui makanan tradisional, wilayah kuliner, hingga kota-kota dengan sajian terbaik. Pengakuan ini menjadi cerminan kekayaan rasa, budaya, serta teknik memasak yang telah mengakar kuat di Nusantara.
Salah satu makanan sederhana yang mendapat perhatian luas adalah pisang goreng. Camilan ini dikenal luas sebagai kudapan rakyat yang mudah dijumpai di berbagai daerah. Namun di balik kesederhanaannya, pisang goreng menyimpan nilai budaya dan kreativitas yang tinggi. Di Bali, pisang goreng dikenal dengan nama godoh biu, sementara masyarakat Jawa menyebutnya gedhang gorèng. Perbedaan nama ini mencerminkan keberagaman bahasa dan tradisi kuliner lokal yang hidup berdampingan di Indonesia.
Variasi pisang goreng juga berkembang seiring waktu. Selain disajikan polos, banyak daerah menambahkan sentuhan rasa seperti taburan gula bubuk, kayu manis, cokelat, keju, hingga selai. Bahkan dalam beberapa kreasi modern, pisang goreng disajikan bersama es krim atau dipadukan dengan sambal pedas, menciptakan kombinasi rasa manis dan gurih yang kontras namun menarik. Keunikan ini membuat pisang goreng Indonesia sering dibandingkan dengan hidangan serupa di Asia Tenggara, seperti maruya di Filipina, kuih kodok di Malaysia, serta berbagai versi gorengan pisang di Singapura.
Selain makanan, TasteAtlas juga menilai wilayah kuliner terbaik di dunia. Dalam kategori 100 Wilayah Kuliner Terbaik Dunia, Pulau Jawa berhasil menempati posisi keempat dengan skor rata-rata yang tinggi. Pulau ini dikenal sebagai pusat kuliner Indonesia dengan ragam hidangan khas yang mencerminkan kekayaan sejarah dan budaya. Beberapa makanan yang sering direkomendasikan antara lain soto Betawi dengan kuah santannya yang gurih, soto Madura yang kaya rempah, empal gentong dari Cirebon, serta sate Ponorogo yang terkenal dengan potongan daging besar dan bumbu kacangnya yang kuat.
Keberhasilan Pulau Jawa dalam kategori ini tidak lepas dari peran masyarakatnya yang terus menjaga resep tradisional sekaligus beradaptasi dengan selera modern. Warung kaki lima hingga restoran ternama turut berkontribusi dalam mempertahankan kualitas dan keaslian rasa, sehingga kuliner Jawa tetap relevan dan digemari lintas generasi.
Pada kategori 100 Kota Kuliner Terbaik Dunia, Jakarta berhasil mencuri perhatian dunia. Dari puluhan ribu kota yang dinilai dalam basis data TasteAtlas, Jakarta masuk dalam jajaran kota dengan skor rata-rata tertinggi untuk hidangan regional dan nasional. Kota ini menempati peringkat ke-21 dengan capaian skor yang sangat kompetitif, bahkan mengungguli beberapa kota kuliner ternama dunia.
Jakarta dikenal sebagai titik temu berbagai budaya kuliner dari seluruh Indonesia. Hidangan seperti nasi uduk, gado-gado, bubur ayam, soto Betawi, dan bakso Jakarta menjadi menu wajib yang mencerminkan keberagaman rasa. Keunggulan Jakarta terletak pada konsistensi kualitas, kemudahan akses, serta kemampuan menghadirkan cita rasa autentik di tengah hiruk pikuk kota metropolitan.
TasteAtlas juga memberikan penilaian khusus berdasarkan kategori makanan, salah satunya kategori sup. Dalam daftar 100 Sup Terbaik di Dunia, soto Betawi berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan mengungguli sup populer dari negara lain, termasuk ramen khas Jepang. Soto Betawi dikenal dengan kuah santannya yang kaya, berpadu dengan rempah-rempah khas dan isian daging sapi, kentang, tomat, serta emping yang menambah tekstur.
Keberhasilan soto Betawi dalam kategori ini menunjukkan bahwa masakan Indonesia mampu bersaing di tingkat global, bahkan dalam kategori yang selama ini didominasi oleh negara-negara dengan tradisi sup kuat. Soto Betawi tidak hanya menjadi ikon kuliner Jakarta, tetapi juga simbol kekayaan rasa Indonesia yang mudah diterima oleh lidah internasional.
Masuknya berbagai masakan Indonesia dalam daftar TasteAtlas Awards menegaskan bahwa kuliner Nusantara tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, melainkan sebagai bagian penting dari peta gastronomi dunia. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kombinasi rempah-rempah, teknik memasak tradisional, serta keberagaman budaya mampu menghasilkan hidangan yang memiliki identitas kuat dan daya tarik universal.
Pengakuan global ini diharapkan dapat menjadi dorongan bagi pelaku kuliner di Indonesia untuk terus menjaga kualitas dan berinovasi tanpa meninggalkan akar tradisi. Selain itu, penghargaan ini juga mempermudah wisatawan dalam menentukan destinasi wisata kuliner, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan utama bagi pencinta makanan autentik.
Dengan semakin banyaknya masakan, wilayah, dan kota Indonesia yang masuk dalam daftar penghargaan internasional, Indonesia membuktikan diri sebagai salah satu destinasi kuliner utama dunia. Kekayaan rasa, kreativitas, dan tradisi yang terus hidup menjadi modal besar untuk memperkenalkan kuliner Nusantara ke panggung global secara berkelanjutan.
Baca Juga : Indonesia Masuk 10 Besar Negara dengan Masakan Terbaik Dunia
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : seputardigital
