Perhatian Serius pada Gizi Anak Sejak Dini
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo, menegaskan pentingnya peran orang tua dalam menjaga kualitas asupan gizi anak sejak usia dini. Ia mengingatkan bahwa pola makan yang kurang tepat, terutama kebiasaan mengonsumsi makanan instan secara berlebihan, dapat berdampak serius terhadap tumbuh kembang bayi dan balita.
Imbauan tersebut disampaikan Mela Rusdi, sapaan akrabnya, saat menghadiri kegiatan Festival Isi Piringku di Pendopo Kecamatan Gondangwetan, Selasa (16/12/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pola makan seimbang dan pemenuhan gizi anak.
Menurut Mela, persoalan gizi anak tidak bisa dianggap sepele. Kesalahan dalam pemberian makanan pada masa awal kehidupan dapat berujung pada masalah kesehatan jangka panjang, salah satunya stunting.
Makanan Instan Dinilai Jadi Pemicu Masalah Gizi
Dalam sambutannya, Mela Rusdi menyoroti kebiasaan sebagian orang tua yang terlalu mengandalkan makanan instan dalam memenuhi kebutuhan makan anak. Ia menilai, kemudahan dan kepraktisan sering kali membuat orang tua mengabaikan kandungan gizi yang sebenarnya dibutuhkan anak.
“Sekarang ini, ibu rumah tangga banyak memberikan makanan instan kepada anaknya tanpa diimbangi makanan segar yang dapat memenuhi gizi,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa makanan instan umumnya tinggi gula, garam, dan lemak, namun rendah zat gizi penting seperti protein, vitamin, dan mineral. Jika dikonsumsi terus-menerus tanpa pengaturan yang baik, kondisi ini dapat menghambat pertumbuhan anak dan meningkatkan risiko stunting.
Stunting Bukan Sekadar Masalah Tinggi Badan
Mela Rusdi mengingatkan bahwa stunting bukan hanya soal anak bertubuh pendek. Lebih dari itu, stunting berkaitan erat dengan perkembangan otak, daya tahan tubuh, serta kemampuan belajar anak di masa depan.
Anak yang mengalami stunting berisiko mengalami keterlambatan perkembangan kognitif dan lebih rentan terhadap berbagai penyakit. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga oleh masyarakat dan bangsa secara keseluruhan karena berpengaruh pada kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Stunting tidak hanya menjadi persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan anak-anak Indonesia,” tegasnya.
Gizi Seimbang Tidak Harus Mahal
Salah satu pesan penting yang disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan adalah anggapan keliru bahwa makanan bergizi selalu identik dengan harga mahal. Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, termasuk di wilayah Pasuruan, yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
“Dengan kekayaan sumber daya alam negara yang melimpah, kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan panganan lokal,” jelas Mela.
Ia mencontohkan Kecamatan Gondangwetan yang memiliki potensi besar dalam budidaya ikan lele, serta ketersediaan buah dan sayuran yang melimpah. Semua bahan pangan tersebut dapat diolah menjadi menu sehat dan bergizi untuk anak-anak tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Peran Orang Tua Dimulai Sejak Masa Kehamilan
Mela Rusdi juga menekankan bahwa perhatian terhadap gizi anak seharusnya dimulai sejak masa kehamilan. Asupan makanan ibu hamil sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan janin dan kondisi kesehatan anak setelah lahir.
Ia mengajak para ibu untuk lebih peduli terhadap kualitas makanan yang dikonsumsi selama kehamilan, menyusui, hingga masa pertumbuhan anak. Pola makan seimbang yang diterapkan secara konsisten akan membantu memastikan anak tumbuh sehat dan optimal.
“Orangtua dapat memperhatikan persoalan gizi anak sedari dalam kandungan,” ujarnya.
Ayah Memiliki Peran Penting dalam Tumbuh Kembang Anak
Tidak hanya ibu, Mela Rusdi juga menyoroti pentingnya peran ayah dalam mendukung kesehatan dan perkembangan anak. Menurutnya, keterlibatan ayah sering kali masih dianggap sebelah mata, padahal dukungan emosional dan moral dari ayah sangat berpengaruh.
“Semangat dari ayah sangat dibutuhkan ibu agar dalam menjalankan tugas dan perannya bisa maksimal,” katanya.
Dukungan ayah dapat berupa keterlibatan dalam pengasuhan, pengambilan keputusan terkait pola makan anak, hingga memberikan motivasi kepada ibu untuk terus memperhatikan kesehatan keluarga. Kolaborasi orang tua dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam mencegah stunting.
Edukasi Gizi Lewat Festival Isi Piringku
Festival Isi Piringku yang digelar di Gondangwetan menjadi sarana edukasi langsung bagi masyarakat mengenai pola makan seimbang. Melalui kegiatan ini, orang tua diajak memahami komposisi makanan ideal untuk anak, mulai dari karbohidrat, protein, sayur, hingga buah.
Kegiatan semacam ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pencegahan stunting bukan hanya tugas pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif keluarga. Dengan pemahaman yang baik, orang tua dapat membuat pilihan makanan yang lebih sehat bagi anak-anak mereka.
Harapan untuk Generasi yang Sehat dan Cerdas
Di akhir pesannya, Mela Rusdi berharap agar para orang tua, khususnya ibu, semakin jeli dalam memperhatikan apa yang dikonsumsi anak sejak usia dini. Ia menegaskan bahwa apa yang dimakan anak hari ini akan berdampak langsung pada tumbuh kembangnya di masa depan.
“Orangtua khususnya ibu harus lebih memerhatikan terhadap apa yang dikonsumsi anak sejak kecil. Karena apa yang didapat akan berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya hingga dewasa,” ungkapnya.
Dengan membatasi makanan instan, memanfaatkan pangan lokal, serta menerapkan pola makan seimbang, potensi anak terkena stunting diyakini dapat ditekan. Upaya ini menjadi langkah nyata dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Baca Juga : 1.275 Siswa Terima Makan Gratis, Polisi Kawal Ketat Distribusi
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : outfit

