Indonesia Masuk 10 Besar Negara dengan Masakan Terbaik Dunia
Indonesia kembali mencatatkan pencapaian membanggakan di mata internasional melalui sektor kuliner. Kekayaan masakan Nusantara berhasil menempatkan Indonesia dalam daftar sepuluh negara dengan masakan terbaik di dunia. Pengakuan ini menjadi bukti bahwa kelezatan kuliner Indonesia tidak hanya diapresiasi oleh masyarakat lokal, tetapi juga oleh komunitas global yang memiliki standar tinggi dalam menilai cita rasa, teknik memasak, serta keaslian bahan makanan.
Masakan Indonesia dikenal memiliki karakter yang kuat, kompleks, dan kaya lapisan rasa. Hampir setiap daerah memiliki identitas kuliner sendiri yang lahir dari kombinasi budaya, kondisi geografis, serta sejarah panjang interaksi antarbangsa. Dari ujung barat hingga timur Indonesia, rempah-rempah menjadi benang merah yang menyatukan berbagai hidangan dengan aroma dan rasa yang khas.
Pengakuan dunia terhadap kuliner Indonesia ini didasarkan pada pemeringkatan global yang dilakukan oleh TasteAtlas, sebuah situs referensi makanan internasional yang mengumpulkan ratusan ribu penilaian dari berbagai negara. Dalam laporannya, TasteAtlas menilai hampir dua puluh ribu jenis masakan dari berbagai belahan dunia, dengan ratusan ribu ulasan valid yang menjadi dasar peringkat tersebut.
Dalam daftar tersebut, Italia menempati posisi pertama sebagai negara dengan masakan terbaik di dunia. Negeri yang identik dengan pizza, pasta, dan keju ini dikenal luas berkat konsistensi rasa, kualitas bahan baku, serta tradisi kuliner yang dijaga turun-temurun. Beberapa hidangan Italia bahkan dianggap sebagai standar global dalam dunia gastronomi, sehingga tidak mengherankan jika negara ini meraih peringkat tertinggi.
Di bawah Italia, Yunani berhasil menempati posisi kedua. Masakan Yunani terkenal dengan penggunaan bahan-bahan segar seperti minyak zaitun, keju, sayuran, serta daging yang diolah secara sederhana namun kaya rasa. Kombinasi antara rasa gurih, asam, dan creamy membuat hidangan Yunani memiliki karakter yang mudah diterima oleh berbagai selera.
Posisi ketiga ditempati oleh Peru, negara yang dalam beberapa tahun terakhir semakin dikenal sebagai destinasi kuliner dunia. Masakan Peru memadukan pengaruh budaya asli Amerika Latin dengan sentuhan Eropa dan Asia, menghasilkan cita rasa unik yang berbeda dari negara lain. Portugal dan Spanyol melengkapi lima besar dengan masakan tradisional yang kuat dan berakar pada sejarah panjang maritim serta kekayaan hasil bumi.
Beberapa negara besar lain seperti Jepang, Turki, China, dan Prancis juga masuk dalam daftar sepuluh besar. Jepang dikenal dengan filosofi kesederhanaan dan keseimbangan rasa, sementara Turki dan China menawarkan kekayaan teknik memasak serta ragam hidangan yang luas. Prancis, meski terkenal sebagai pusat kuliner dunia, tetap bersaing ketat dengan negara-negara lain yang memiliki karakter rasa yang lebih eksploratif.
Indonesia berada di posisi kesepuluh dengan perolehan nilai yang sangat kompetitif. Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa masakan Nusantara memiliki daya tarik global yang semakin diakui. Salah satu kekuatan utama masakan Indonesia terletak pada penggunaan rempah-rempah yang berani dan kompleks, seperti lengkuas, kunyit, ketumbar, kemiri, hingga daun jeruk. Rempah-rempah ini tidak hanya memberi rasa, tetapi juga aroma dan identitas yang sulit ditiru.
Selain rempah, teknik memasak tradisional Indonesia juga berperan besar dalam menciptakan kelezatan yang khas. Proses memasak yang panjang, seperti pada rendang, menghasilkan rasa yang mendalam dan tekstur yang kaya. Teknik ini mencerminkan filosofi kesabaran dan ketelitian yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Beberapa hidangan Indonesia yang mendapatkan penilaian tinggi merupakan makanan daerah yang telah dikenal secara internasional. Rendang, misalnya, sering disebut sebagai salah satu makanan terenak di dunia berkat perpaduan rasa gurih, pedas, dan rempah yang seimbang. Soto Betawi dengan kuah santan yang kaya serta soto Makassar dengan cita rasa khas Sulawesi juga menjadi contoh bagaimana kuliner daerah mampu bersaing di tingkat global.
Keberagaman budaya di Indonesia menjadi faktor penting yang memengaruhi kekayaan kuliner nasional. Setiap daerah memiliki bahan baku, teknik, dan filosofi memasak yang berbeda. Hal ini menciptakan spektrum rasa yang sangat luas, mulai dari manis, gurih, pedas, hingga asam, yang semuanya hidup berdampingan dalam satu identitas kuliner nasional.
Pengakuan internasional terhadap masakan Indonesia juga membuka peluang besar bagi pengembangan pariwisata kuliner. Wisatawan mancanegara tidak lagi hanya datang untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga untuk merasakan pengalaman gastronomi yang autentik. Kuliner menjadi pintu masuk untuk memahami budaya, sejarah, dan cara hidup masyarakat Indonesia.
Masuknya Indonesia dalam daftar sepuluh besar masakan terbaik dunia bukanlah akhir, melainkan awal dari tantangan baru. Upaya pelestarian resep tradisional, peningkatan kualitas penyajian, serta promosi kuliner secara berkelanjutan menjadi kunci agar masakan Indonesia terus dikenal dan dihargai di tingkat global. Dengan kekayaan rasa dan budaya yang dimiliki, Indonesia memiliki potensi besar untuk terus bersinar sebagai salah satu kekuatan kuliner dunia.
Baca Juga : Pisang Peppe Makassar, Jajanan Hangat Favorit Saat Musim Hujan
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : lagupopuler

