dapurkuliner.com Dalam upaya melestarikan kekayaan kuliner Indonesia, Hotel Tentrem Semarang kembali menghadirkan inovasi yang menggugah selera. Kali ini, hotel berbintang lima tersebut meluncurkan menu khas Indonesia Timur: Papeda Ikan Kuah Kuning dan Air Guraka. Kedua sajian ini menjadi simbol keanekaragaman cita rasa Nusantara yang kaya rempah dan tradisi.
Peluncuran menu baru ini mendapat perhatian luas dari publik. Acara digelar dengan konsep hybrid, menghadirkan berbagai tokoh penting mulai dari Direktur Utama PT Hotel Candi Baru Irwan Hidayat, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, hingga Brand Ambassador Andy Noya. Turut hadir juga Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi serta perwakilan dari komunitas kuliner dan media.
Irwan Hidayat menyebut langkah ini sebagai wujud nyata komitmen Hotel Tentrem dalam mendukung pelestarian budaya Indonesia melalui jalur kuliner. “Kami ingin menghadirkan pengalaman kuliner yang bukan hanya lezat, tetapi juga sarat makna budaya,” ujarnya.
Mengenalkan Cita Rasa Timur yang Mulai Langka
Menu Papeda Ikan Kuah Kuning dan Air Guraka dipilih bukan tanpa alasan. Kedua hidangan ini merupakan representasi kuat dari kekayaan kuliner wilayah timur Indonesia, terutama dari Maluku dan Papua. Papeda dikenal sebagai makanan pokok masyarakat setempat yang dibuat dari sagu, disajikan bersama ikan kuah kuning yang kaya rempah.
Cita rasa Papeda yang lembut berpadu dengan kuah kuning berbumbu kunyit, serai, dan daun jeruk menghasilkan sensasi unik yang jarang ditemukan di wilayah lain. Sementara itu, Air Guraka — minuman tradisional berbahan dasar jahe, gula aren, dan kacang kenari — memberikan kehangatan sekaligus energi, cocok untuk dinikmati di segala suasana.
Menurut Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, peluncuran menu ini menjadi langkah penting dalam memperkenalkan kekayaan kuliner daerah timur kepada masyarakat luas. “Papeda dan Air Guraka bukan hanya makanan, tapi identitas budaya. Kami sangat mengapresiasi inisiatif Hotel Tentrem yang ikut melestarikan cita rasa daerah kami,” ujarnya.
Kolaborasi Lintas Daerah dan Budaya
Acara peluncuran menu ini tidak sekadar seremonial. Ia menjadi ajang kolaborasi lintas budaya antara Jawa Tengah dan Maluku Utara. Hotel Tentrem berkomitmen untuk menghadirkan suasana autentik dalam penyajian. Mulai dari cara menghidangkan Papeda menggunakan sumpit kayu panjang khas Maluku hingga dekorasi restoran bertema “Rasa Timur Nusantara”.
Andy Noya, yang dikenal sebagai Brand Ambassador hotel tersebut, menilai inisiatif ini sebagai langkah cerdas dalam memperkenalkan kekayaan kuliner lokal di tengah derasnya arus globalisasi. “Indonesia punya ratusan rasa yang belum dikenal banyak orang. Mengangkat Papeda dan Air Guraka berarti memberi ruang bagi kuliner daerah untuk bersinar di panggung nasional,” katanya.
Irwan Hidayat juga menambahkan bahwa kerja sama ini diharapkan menjadi model bagi hotel-hotel lain di Indonesia. “Kami ingin menginspirasi industri perhotelan agar tidak hanya fokus pada kuliner modern, tetapi juga pada warisan kuliner lokal yang sarat nilai sejarah,” jelasnya.
Pelatihan Chef dan Standar Penyajian Asli Timur
Untuk menjaga keaslian rasa, Hotel Tentrem menghadirkan pelatihan khusus bagi para chef-nya. Beberapa koki dari Maluku dan Papua turut dilibatkan dalam proses pengenalan resep asli. Bahan-bahan seperti sagu, ikan segar, kunyit, dan rempah khas timur diimpor langsung dari daerah asalnya untuk mempertahankan cita rasa autentik.
Chef utama Hotel Tentrem, dalam keterangannya, menjelaskan bahwa proses pembuatan Papeda memerlukan kesabaran dan teknik khusus. “Papeda harus dimasak dengan suhu tertentu agar teksturnya pas — tidak terlalu cair dan tidak terlalu kental. Sementara kuah kuning harus seimbang antara rasa gurih ikan dan segar dari rempah,” jelasnya.
Air Guraka juga disiapkan secara tradisional tanpa bahan pengawet atau pemanis buatan. Minuman ini menjadi favorit pengunjung sejak pertama kali diperkenalkan.
Mendorong Pariwisata Kuliner Nusantara
Peluncuran menu khas timur ini juga memiliki tujuan ekonomi dan pariwisata. Melalui langkah kecil ini, Hotel Tentrem berharap dapat menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara untuk mengenal lebih jauh cita rasa khas Indonesia Timur.
Menurut Irwan, kuliner adalah pintu masuk paling efektif untuk mengenalkan budaya. “Setiap suapan Papeda membawa cerita tentang kehidupan masyarakat timur, tentang kerja keras dan kekayaan alam Indonesia,” ucapnya. Ia optimistis bahwa langkah ini akan mendorong pariwisata kuliner nasional semakin maju.
Pemerintah daerah pun mendukung upaya ini. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai langkah Hotel Tentrem sebagai contoh sinergi yang positif antara dunia usaha dan pelestarian budaya. “Inovasi seperti ini tidak hanya meningkatkan ekonomi daerah, tapi juga menjaga warisan kuliner agar tidak hilang,” katanya.
Respons Positif dari Pengunjung dan Masyarakat
Sejak diperkenalkan, menu Papeda Ikan Kuah Kuning dan Air Guraka mendapat sambutan hangat dari para tamu hotel dan masyarakat Semarang. Banyak pengunjung mengaku baru pertama kali mencoba hidangan ini, dan sebagian besar terkesan dengan rasa unik serta aroma rempah yang kuat.
Beberapa tamu asal luar negeri bahkan menyebut menu ini sebagai pengalaman kuliner baru yang autentik dan menggugah selera. Pihak hotel mencatat peningkatan jumlah pengunjung restoran sejak peluncuran menu tersebut.
Selain menjadi bagian dari promosi budaya, kegiatan ini juga memperkuat posisi Hotel Tentrem sebagai salah satu hotel yang peduli terhadap pelestarian warisan kuliner Indonesia.
Kesimpulan: Rasa Timur yang Menginspirasi Nusantara
Peluncuran menu Papeda Ikan Kuah Kuning dan Air Guraka bukan sekadar langkah promosi, tetapi juga bentuk nyata kepedulian terhadap warisan kuliner Indonesia. Melalui inovasi ini, Hotel Tentrem Semarang berhasil menghadirkan pengalaman makan yang tak hanya lezat, tetapi juga penuh makna budaya.
Kolaborasi lintas daerah ini menunjukkan bahwa kuliner bisa menjadi jembatan persatuan bangsa. Dengan rasa yang khas, hangat, dan sarat filosofi, Papeda dan Air Guraka kini tak hanya menjadi milik Maluku dan Papua, tetapi telah menjadi bagian dari kebanggaan kuliner Indonesia yang mendunia.

Cek Juga Artikel Dari Platform cctvjalanan.web.id
