dapurkuliner.com Kawasan Pelabuhan Rambang di Palangka Raya dikenal sebagai salah satu titik favorit masyarakat untuk menikmati kuliner. Aktivitas warga yang tinggi membuat area ini berkembang menjadi destinasi makanan yang ramai dikunjungi, baik oleh warga lokal maupun wisatawan.
Dengan meningkatnya jumlah pengunjung, pelaku usaha kuliner pun semakin banyak. Beragam makanan dan minuman dijajakan setiap hari, mulai dari jajanan ringan hingga hidangan berat.
Namun, tingginya aktivitas ini juga menuntut adanya perhatian lebih terhadap keamanan produk makanan. Karena itu, DPRD Kota Palangka Raya mengingatkan pentingnya menjaga kualitas dan standar keamanan pangan di kawasan tersebut.
DPRD Imbau Pelaku Usaha Tingkatkan Keamanan Produk
DPRD Kota Palangka Raya menyampaikan imbauan kepada para pelaku usaha kuliner agar lebih serius memperhatikan keamanan makanan yang dijual kepada masyarakat.
Langkah ini dinilai sangat penting untuk melindungi konsumen dari risiko gangguan kesehatan akibat makanan yang tidak higienis. Selain itu, keamanan pangan juga menjadi faktor utama dalam menjaga citra Pelabuhan Rambang sebagai destinasi kuliner yang nyaman dan terpercaya.
Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Hap Baperdu, menegaskan bahwa keamanan produk kuliner tidak boleh dianggap sepele. Menurutnya, usaha makanan memiliki tanggung jawab besar karena langsung berhubungan dengan kesehatan masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa konsumen berhak mendapatkan makanan yang aman, bersih, dan berkualitas.
Keamanan Pangan Harus Jadi Prioritas Utama
Hap Baperdu menekankan bahwa keamanan pangan harus diperhatikan secara menyeluruh. Tidak cukup hanya mengandalkan rasa enak atau harga terjangkau.
Pelaku usaha harus memastikan setiap tahapan produksi makanan dilakukan dengan standar yang baik, mulai dari bahan baku hingga penyajian.
Menurutnya, makanan yang dijual kepada masyarakat harus benar-benar layak konsumsi. Pelaku usaha perlu menghindari penggunaan bahan yang sudah tidak segar, proses pengolahan yang asal-asalan, maupun peralatan yang tidak bersih.
Keamanan kuliner menjadi hal yang sangat penting karena kawasan Pelabuhan Rambang selalu ramai, terutama pada jam-jam sibuk.
Bahan Baku Segar dan Berkualitas Jadi Kunci
Salah satu poin utama yang disampaikan DPRD adalah pentingnya pemilihan bahan baku. Bahan makanan yang digunakan harus segar dan berkualitas.
Jika bahan baku sudah rusak atau tidak layak, risiko keracunan makanan bisa meningkat. Hal ini tentu merugikan konsumen dan juga pelaku usaha sendiri.
Selain itu, pelaku usaha juga diminta memperhatikan penyimpanan bahan makanan. Penyimpanan yang tidak sesuai dapat menyebabkan bakteri berkembang, terutama pada makanan yang mudah basi.
Standar sederhana seperti menjaga suhu penyimpanan dan kebersihan wadah sudah menjadi langkah penting dalam keamanan pangan.
Proses Pengolahan dan Kebersihan Peralatan Harus Dijaga
Tidak hanya bahan baku, proses pengolahan juga harus dilakukan secara higienis. Pelaku usaha perlu memastikan dapur atau area memasak selalu bersih.
Peralatan seperti pisau, talenan, panci, hingga tempat penyajian harus dicuci dengan benar. Kebersihan tempat usaha juga tidak boleh diabaikan, karena lingkungan yang kotor bisa menjadi sumber kontaminasi makanan.
DPRD menilai bahwa kebersihan dan higienitas harus menjadi perhatian utama setiap pelaku usaha, terutama di kawasan yang menjadi pusat kuliner masyarakat.
Dengan standar kebersihan yang baik, kepercayaan konsumen juga akan meningkat.
Perizinan Usaha dan Pelatihan Keamanan Pangan
Selain aspek teknis, Hap Baperdu juga mendorong pelaku usaha untuk melengkapi perizinan usaha. Legalitas usaha penting agar kegiatan kuliner berjalan sesuai aturan dan mendapat pengawasan yang jelas.
Pelaku usaha juga disarankan mengikuti pelatihan keamanan pangan yang difasilitasi pemerintah. Pelatihan ini dapat membantu meningkatkan pemahaman mengenai standar kebersihan, cara pengolahan yang aman, serta prosedur penyajian makanan.
Dengan adanya edukasi dan pelatihan, pelaku usaha akan lebih siap menghasilkan produk yang aman dan berkualitas.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme sektor kuliner di Palangka Raya.
Menjaga Kepercayaan Konsumen dan Citra Destinasi Kuliner
Keamanan pangan tidak hanya soal kesehatan, tetapi juga soal kepercayaan. Jika konsumen merasa aman, mereka akan kembali berkunjung dan merekomendasikan tempat tersebut kepada orang lain.
Sebaliknya, jika terjadi kasus makanan tidak higienis, dampaknya bisa merusak citra kawasan kuliner secara keseluruhan.
Pelabuhan Rambang memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata kuliner. Karena itu, menjaga kualitas makanan menjadi tanggung jawab bersama antara pelaku usaha dan pemerintah daerah.
Kuliner Aman, Ekonomi Daerah Ikut Tumbuh
DPRD berharap imbauan ini dapat menjadi pengingat bagi seluruh pelaku usaha kuliner. Dengan produk yang aman dan berkualitas, sektor kuliner dapat berkembang lebih sehat dan berkelanjutan.
Keamanan pangan yang terjaga juga akan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Semakin banyak pengunjung yang merasa nyaman, semakin besar pula peluang usaha bagi UMKM lokal.
Pelabuhan Rambang bisa menjadi contoh kawasan kuliner yang tidak hanya ramai, tetapi juga aman, bersih, dan profesional.

Cek Juga Artikel Dari Platform baliutama.web.id
