dapurkuliner.com Kota Bandung kembali menghadirkan gagasan baru dalam pengembangan ruang publik. Pemerintah Kota Bandung berencana menyulap kawasan di bawah Jembatan Pasupati menjadi sentra kuliner yang modern dan menarik.
Lokasi yang berada di belakang Hotel Grandia, kawasan Jalan Cihampelas, sebelumnya sempat dirancang sebagai destinasi wisata kota. Namun kini konsepnya diarahkan lebih spesifik, yaitu menjadi pusat kuliner yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa perubahan konsep ini dilakukan untuk menciptakan tujuan wisata baru yang lebih produktif. Selain itu, kawasan kosong di bawah jembatan dinilai memiliki potensi besar jika dimanfaatkan dengan tepat.
Bandung memang dikenal sebagai kota kreatif dengan banyak inovasi ruang publik. Rencana ini menjadi langkah lanjutan untuk memperkuat citra Bandung sebagai kota wisata kuliner.
Ruang Kosong Kota Bisa Jadi Area Produktif
Kawasan di bawah jembatan sering kali dianggap sebagai ruang sisa yang kurang terawat. Banyak kota memiliki area seperti ini, tetapi belum semua mampu mengubahnya menjadi ruang yang bermanfaat.
Pemkot Bandung melihat peluang berbeda. Area bawah Pasupati dianggap bisa menjadi ruang publik produktif, bukan sekadar tempat yang terlewatkan.
Dengan penataan yang tepat, ruang kosong dapat berubah menjadi kawasan hidup yang ramai aktivitas. Kehadiran sentra kuliner akan membawa orang datang, berkumpul, dan menikmati suasana kota.
Transformasi ruang seperti ini juga menjadi bagian dari urban revitalization, yaitu upaya menghidupkan kembali area kota agar lebih aktif dan ramah masyarakat.
Sentra Kuliner untuk Dorong UMKM Lokal
Salah satu tujuan utama dari proyek ini adalah mendorong pertumbuhan pelaku UMKM. Sentra kuliner akan membuka ruang baru bagi pedagang kecil dan usaha makanan lokal.
Bandung memiliki banyak pelaku kuliner kreatif, mulai dari makanan tradisional hingga jajanan modern. Dengan adanya pusat kuliner baru, mereka bisa mendapatkan tempat berjualan yang lebih terorganisir.
Farhan menilai sentra ini dapat menjadi motor ekonomi lokal. UMKM yang berkembang akan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan warga, dan memperkuat ekosistem usaha kecil.
Kuliner selalu menjadi sektor yang cepat tumbuh karena dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Jika kawasan ini dikelola dengan baik, sentra kuliner Pasupati bisa menjadi salah satu ikon baru Bandung.
Magnet Baru Wisata Urban Bandung
Bandung sudah lama dikenal sebagai kota wisata. Namun tren wisata saat ini semakin bergeser. Banyak orang tidak hanya mencari tempat belanja atau spot foto, tetapi juga pengalaman kuliner yang unik.
Sentra kuliner di bawah Pasupati diharapkan menjadi magnet baru bagi wisatawan. Lokasinya strategis karena berada di kawasan yang ramai dikunjungi.
Cihampelas sudah terkenal sebagai pusat wisata belanja dan gaya hidup. Kehadiran destinasi kuliner baru akan melengkapi pengalaman wisata di area tersebut.
Wisata urban seperti ini juga menarik bagi warga lokal. Mereka bisa menikmati ruang publik baru tanpa harus pergi jauh keluar kota.
Bandung semakin menguat sebagai kota yang menawarkan pengalaman lengkap, mulai dari budaya, kreativitas, hingga kuliner.
Konsep Baru yang Lebih Relevan dengan Kebutuhan Warga
Perubahan konsep dari destinasi wisata umum menjadi pusat kuliner dianggap lebih relevan. Masyarakat Bandung dikenal memiliki budaya nongkrong dan eksplorasi makanan.
Kuliner bukan hanya soal makan, tetapi juga soal interaksi sosial. Orang datang ke pusat kuliner untuk bertemu teman, menikmati suasana, dan merasakan vibe kota.
Farhan menekankan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga penciptaan ruang hidup baru.
Jika ditata dengan konsep modern, sentra kuliner ini bisa menjadi ruang yang nyaman, aman, dan estetik.
Hal ini penting agar kawasan tersebut tidak hanya ramai sesaat, tetapi berkelanjutan.
Tantangan Penataan dan Pengelolaan Kawasan
Meski potensinya besar, proyek ini juga memiliki tantangan. Area bawah jembatan membutuhkan penataan yang serius, mulai dari kebersihan, pencahayaan, hingga keamanan.
Pengelolaan pedagang juga harus jelas agar tidak menimbulkan kesemrawutan. Sentra kuliner harus terorganisir agar tetap nyaman bagi pengunjung.
Selain itu, akses parkir, sistem sampah, dan pengawasan menjadi faktor penting.
Jika semua aspek ini diperhatikan, kawasan bawah Pasupati bisa berubah menjadi ruang publik yang modern dan tertata.
Bandung punya pengalaman dalam menata ruang kreatif, sehingga peluang keberhasilannya cukup besar.
Harapan Baru untuk Ruang Publik dan Ekonomi Kota
Rencana Pemkot Bandung menyulap kawasan bawah Jembatan Pasupati menjadi sentra kuliner menunjukkan komitmen untuk memanfaatkan ruang kota secara lebih kreatif.
Proyek ini diharapkan tidak hanya menciptakan destinasi wisata baru, tetapi juga menjadi ruang produktif yang mendukung UMKM lokal.
Dengan konsep kuliner yang kuat, kawasan ini bisa menjadi ikon baru Bandung. Warga lokal mendapat ruang publik nyaman, wisatawan mendapat pengalaman baru, dan pelaku usaha mendapat peluang ekonomi.
Bandung kembali membuktikan dirinya sebagai kota yang terus berinovasi dalam mengembangkan wajah urban yang lebih hidup dan relevan.

Cek Juga Artikel Dari Platform cctvjalanan.web.id
