Kanker Usus Besar Masih Jadi Ancaman Serius
Kanker hingga saat ini masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu jenis kanker yang banyak ditemukan adalah kanker usus besar atau kanker kolorektal. Penyakit ini kerap berkembang secara perlahan dan sering kali baru terdeteksi ketika sudah memasuki stadium lanjut, sehingga penanganannya menjadi lebih sulit.
Padahal, risiko kanker usus besar dapat ditekan sejak dini melalui perubahan gaya hidup, terutama dengan menjaga pola makan. Asupan makanan sehari-hari memiliki peran besar dalam kesehatan saluran cerna. Konsumsi makanan yang tidak sehat secara terus-menerus dapat memicu gangguan pada usus, termasuk munculnya polip yang berpotensi berkembang menjadi kanker.
Peran Pola Makan dalam Mencegah Kanker Usus Besar
Dokter spesialis gastroenterologi Universitas Stanford dan UCLA, dr. Wendi LeBrett, menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap jenis makanan yang dikonsumsi. Menurutnya, pencegahan kanker usus besar tidak selalu harus dimulai dengan tindakan medis yang kompleks, melainkan bisa dilakukan dengan langkah sederhana seperti mengatur pola makan.
Menghindari konsumsi makanan tertentu, terutama yang bersifat ultra olahan, dinilai dapat membantu menurunkan risiko terbentuknya polip usus besar. Polip ini sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, namun dalam jangka panjang dapat berubah menjadi kanker kolorektal.
Bahaya Makanan Ultra Olahan
Dikutip dari Hindustan Times, dr. LeBrett menyarankan untuk membatasi bahkan menghindari makanan ultra olahan. Makanan jenis ini umumnya melalui proses industri yang panjang dan mengandung berbagai bahan tambahan, seperti pengawet, pewarna, pemanis buatan, serta lemak dan gula dalam kadar tinggi.
Sejumlah penelitian menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi makanan ultra olahan dan peningkatan risiko polip usus besar. Pola makan tinggi makanan olahan dapat memicu peradangan kronis pada saluran cerna, mengganggu keseimbangan bakteri usus, serta memengaruhi metabolisme tubuh secara keseluruhan.
Daftar Makanan yang Sebaiknya Dihindari
Makanan ultra olahan yang perlu dibatasi antara lain:
- Kue kering kemasan
- Permen dan cokelat batangan
- Sereal manis
- Es krim
- Keripik dan camilan krispi
- Mi instan
- Roti putih kemasan
- Wafel
- Nugget ayam
- Hot dog
- Daging olahan dengan bahan tambahan
- Soda dan minuman berkarbonasi
- Minuman energi
- Protein dan granola batangan
- Keju olahan
Jenis makanan tersebut umumnya rendah serat namun tinggi kalori, garam, dan lemak jenuh. Konsumsi berlebihan dalam jangka panjang dapat memperberat kerja usus dan meningkatkan risiko gangguan pencernaan.
Temuan Penelitian yang Menguatkan
Sebuah studi besar dari Harvard mengungkapkan bahwa wanita berusia di bawah 50 tahun yang mengonsumsi makanan ultra olahan dalam jumlah tinggi memiliki risiko hingga 45 persen lebih besar mengalami polip usus. Penelitian ini dipublikasikan di jurnal JAMA Oncology dan dilakukan oleh Andrew T. Chan bersama tim dari Massachusetts General Hospital dan Harvard Medical School.
Temuan ini memperkuat dugaan bahwa pola makan modern yang didominasi makanan instan dan olahan berkontribusi terhadap meningkatnya kasus kanker kolorektal, termasuk pada kelompok usia yang relatif muda.
Langkah Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Usus
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat dianjurkan untuk mulai beralih ke pola makan yang lebih alami dan seimbang. Konsumsi sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, serta sumber protein sehat seperti ikan dan kacang-kacangan dapat membantu menjaga kesehatan usus.
Selain itu, mencukupi kebutuhan serat dan air, rutin berolahraga, serta menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan juga berperan penting dalam menurunkan risiko kanker usus besar.
Kesimpulan
Kanker usus besar bukan penyakit yang muncul secara tiba-tiba, melainkan berkembang melalui proses panjang yang dipengaruhi oleh gaya hidup, khususnya pola makan. Dengan membatasi konsumsi makanan ultra olahan dan mulai memilih asupan yang lebih sehat, risiko penyakit ini dapat ditekan sejak dini. Langkah kecil dalam mengatur makanan hari ini bisa menjadi investasi besar bagi kesehatan di masa depan.
Baca Juga : Makanan yang Bisa Membuat Aroma Tubuh Lebih Memikat
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : beritabumi

