dapurkuliner.com Industri kuliner selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Setiap tahun muncul jenis hidangan baru, teknik pengolahan berbeda, serta selera masyarakat yang terus berkembang. Menjelang tahun 2026, sejumlah pakar makanan dan pelaku industri memprediksi akan ada gelombang tren baru yang siap meramaikan dunia kuliner Indonesia. Tidak hanya soal rasa, tren tersebut juga dipengaruhi oleh gaya hidup masyarakat yang semakin dinamis.
Banyaknya konten video makanan, meningkatnya budaya kuliner visual di media sosial, serta kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat menjadi faktor utama yang mendorong perubahan selera. Karena itu, tren kuliner di tahun mendatang diperkirakan tidak sekadar mengandalkan kreativitas rasa, tetapi juga kenyamanan, kesehatan, dan nilai cerita di balik sebuah hidangan.
Comfort Food: Menu yang Menghadirkan Kehangatan
Salah satu prediksi utama datang dari Chef Vindex Tengker. Menurutnya, comfort food akan tetap mendominasi minat masyarakat sepanjang tahun 2026. Comfort food merujuk pada makanan yang memberi rasa nyaman, sederhana, dan sering kali memiliki kedekatan emosional bagi penikmatnya. Hidangan seperti sop rumahan, mie hangat, bubur ayam, ayam goreng, hingga pasta creamy diperkirakan makin populer.
Alasan utama perkembangan ini adalah kebutuhan masyarakat akan makanan yang menenangkan. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak orang mencari hidangan yang menghadirkan sentuhan nostalgia atau rasa familiarnya masa kecil. Selain itu, comfort food mudah diterima semua kalangan, sehingga restoran maupun UMKM lebih mudah mengembangkan variasi menunya.
Faktor lain yang memengaruhi adalah tren “healing melalui makanan”. Banyak restoran kini menghadirkan suasana hangat dengan konsep homey yang membuat comfort food semakin terasa personal.
Healthy Food dan Clean Eating Semakin Naik Daun
Selain comfort food, hidangan sehat juga diperkirakan menjadi tren besar. Perubahan pola hidup masyarakat mendorong banyak orang lebih memperhatikan komposisi makanan yang mereka konsumsi. Menu seperti salad segar, smoothie bowl, makanan rendah gluten, hingga olahan tinggi protein semakin dicari.
Healthy food kini tidak lagi identik dengan rasa yang hambar. Banyak chef dan pengusaha kuliner mulai menciptakan menu sehat yang tetap menggugah selera. Penggunaan bumbu lokal, saus rendah kalori, serta sayuran segar membuat hidangan sehat menjadi lebih menarik. Kreasi seperti poke bowl, wraps sehat, nasi shirataki, hingga dessert rendah gula semakin punya pasar kuat.
Bahkan, gaya clean eating yang menekankan bahan alami, minim pengawet, dan tanpa minyak berlebih diprediksi akan berkembang lebih luas di kalangan anak muda.
Inovasi Fusion Food Kembali Diminati
Kemunculan gabungan kuliner lintas budaya atau fusion food terus menarik perhatian. Beberapa tahun terakhir, makanan seperti ramen pedas nusantara, croissant sambal, hingga pizza rendang terbukti memiliki peminat besar. Pada 2026, inovasi fusion food diperkirakan semakin liar dan kreatif.
Restoran akan berlomba menciptakan menu baru yang menggabungkan unsur makanan internasional dengan cita rasa Indonesia. Kombinasi seperti ayam geprek ala Korea, pasta bumbu Bali, burger bumbu sate, atau dessert dengan sentuhan rempah lokal bisa menjadi tren besar.
Keunikan rasa serta nilai eksperimental membuat fusion food selalu punya tempat khusus di dunia kuliner modern.
Bahan Lokal Premium Semakin Diangkat
Tren lain yang diprediksi naik adalah penggunaan bahan lokal berkualitas tinggi. Banyak chef kini semakin bangga mengangkat bahan dari petani lokal, mulai dari sayuran organik, rempah fresh, hingga daging hasil ternak lokal. Kecenderungan ini meningkat karena masyarakat semakin menghargai cerita di balik makanan, terutama yang mendukung keberlanjutan lingkungan.
Menu berbasis bahan lokal membuat biaya produksi lebih stabil dan cita rasa tetap terjaga. Tren “dari ladang ke meja makan” atau farm-to-table juga terus berkembang, membuat restoran semakin fokus pada kualitas bahan baku.
Snack Viral dan Street Food Modern Masih Jadi Favorit
Meski makanan sehat dan comfort food mendominasi, street food modern tetap menjadi bagian dari tren kuliner. Berbagai jajanan viral seperti croffle, minuman boba, roti panggang ala Jepang, corn dog premium, hingga jajanan pedas kembali diprediksi menjadi magnet bagi konsumen muda.
Media sosial memainkan peran besar dalam menyebarkan tren ini. Setiap kali muncul kreasi baru yang fotogenik, banyak orang berbondong-bondong mencobanya. Karena itu, pelaku usaha kuliner sangat mungkin menghadirkan street food modern dalam versi lebih kreatif pada tahun 2026.
Tren Minuman: Dari Kopi Spesialti hingga Minuman Herbal
Tidak hanya makanan, tren minuman juga mengalami perkembangan. Kopi spesialti semakin diminati karena konsumen ingin memahami asal biji, metode roasting, hingga cara penyeduhan. Di sisi lain, minuman berbasis herbal seperti jahe, kunyit, lemon, serai, serta madu semakin populer karena mendukung gaya hidup sehat.
Minuman rendah gula dan opsi vegan seperti oat milk, almond milk, serta coconut milk juga mendapat tempat tersendiri. Banyak kafe bahkan mulai menyajikan menu mocktail bebas alkohol dengan tampilan estetik yang cocok untuk konten media sosial.
Penutup: Tren Kuliner 2026 Mengarah pada Kenyamanan, Kesehatan, dan Kreativitas
Dari seluruh prediksi yang muncul, terlihat bahwa tren kuliner 2026 mengarah pada tiga kata kunci utama: nyaman, sehat, dan inovatif. Comfort food memberikan ketenangan, healthy food mendukung gaya hidup modern, sementara fusion food memperlihatkan kreativitas tanpa batas.
Dengan semakin berkembangnya industri kuliner di Indonesia, para pelaku usaha memiliki peluang luas untuk memanfaatkan tren ini. Hidangan yang menggabungkan cita rasa, cerita, dan estetika dipastikan menjadi pemenang di tahun-tahun mendatang.

Cek Juga Artikel Dari Platform radarbandung.web.id
