dapurkuliner.com Wonosobo selama ini dikenal luas sebagai daerah dengan kekayaan alam yang memukau, mulai dari perbukitan hijau, telaga yang tenang, hingga pesona Dieng yang selalu menjadi magnet wisata. Namun belakangan, muncul kesadaran baru bahwa pesona Wonosobo tidak hanya terletak pada lansekapnya, tetapi juga pada kekayaan kulinernya yang legendaris. Inilah yang kemudian melatarbelakangi kemunculan Festival Kuliner Legend, sebuah gelaran yang digagas oleh Komunitas Jurnalis Wonosobo (KJW) dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Wonosobo.
Festival ini diselenggarakan di Gedung Sasana Adipura Kencana dan menjadi wadah bagi masyarakat, pelaku usaha, hingga penggiat kuliner untuk menampilkan makanan-makanan jadul khas Wonosobo. Tak hanya berfungsi sebagai ajang promosi, festival ini dipandang sebagai strategi penting untuk mendorong Wonosobo meraih predikat sebagai “Kota Kuliner Nusantara”.
Menghidupkan Kembali Kejayaan Kuliner Jadul
Festival Kuliner Legend mengangkat konsep kuliner klasik yang mungkin kini mulai jarang ditemukan di pasar modern. Makanan-makanan seperti tempe kemul, mie ongklok, geblek, cenil, dan beragam jajanan tradisional lain kembali dihadirkan dengan sentuhan nostalgia. Ada tujuan besar di balik penampilan menu-menu jadul tersebut: melestarikan makanan tradisional yang memiliki nilai budaya tinggi.
Bagi pemerintah daerah, kuliner adalah bagian dari identitas. Makanan bukan sekadar hidangan, tetapi narasi tentang sejarah, karakter masyarakat, dan kreativitas lokal. Dengan mempopulerkan kembali kuliner legendaris, Wonosobo ingin memastikan bahwa generasi muda tidak kehilangan hubungan dengan warisan gastronomi daerahnya.
Selain itu, festival ini juga membuka peluang agar makanan-makanan jadul tersebut bisa dikemas ulang dan dipasarkan lebih luas. Banyak wisatawan datang ke Wonosobo bukan hanya untuk melihat keindahan alamnya, tetapi juga untuk mencicipi makanan otentik yang tidak ditemukan di daerah lain.
Dukungan Pemerintah: Wonosobo Bersiap Naik Kelas
Dukungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo terhadap festival ini menunjukkan bahwa sektor kuliner memang dianggap sebagai komponen penting dalam pengembangan wisata. Pemerintah memandang kuliner sebagai salah satu daya tarik yang bisa memperpanjang lama tinggal wisatawan. Semakin banyak yang datang, semakin besar pula dampak ekonominya bagi masyarakat.
Wonosobo sendiri sudah memiliki sejumlah kuliner ikonik yang terkenal di penjuru negeri, seperti mie ongklok yang memiliki tekstur unik akibat penggunaan tepung kanji, serta tempe kemul yang renyah dan harum. Jika kuliner-kuliner legend ini dipromosikan secara nasional, bukan tidak mungkin Wonosobo masuk dalam jajaran kota wisata kuliner di Indonesia bersama Bandung, Jogja, dan Makassar.
Pemerintah juga menyadari bahwa sektor kuliner memiliki peran penting dalam membuka lapangan kerja. Usaha kecil dan menengah (UMKM) di bidang kuliner terbukti mampu bertahan di tengah berbagai situasi ekonomi. Dengan dukungan festival, UMKM kuliner Wonosobo didorong untuk tampil lebih profesional dan memiliki branding yang kuat.
Festival Sebagai Ajang Kolaborasi Besar
Yang membuat Festival Kuliner Legend menarik adalah keterlibatan banyak pihak. Komunitas jurnalis sebagai penggagas acara ini menjadi katalis penting yang menyatukan berbagai elemen masyarakat, baik pengusaha kuliner, pemerintah, komunitas kreatif, hingga pelajar. Semangat gotong royong ini menjadi kekuatan besar bagi Wonosobo untuk melangkah menuju level nasional.
Keterlibatan jurnalis pun memiliki nilai strategis. Mereka mampu mendorong narasi positif tentang Wonosobo ke ruang publik lebih luas. Liputan, dokumentasi, dan konten tentang festival ini bisa menjadi media promosi efektif, apalagi di era digital yang serba cepat.
Bagi pelaku UMKM, festival adalah kesempatan untuk memperkenalkan produk mereka secara langsung kepada masyarakat. Banyak produsen makanan tradisional yang sebelumnya kurang dikenal kini mendapatkan sorotan baru, membuka jalan bagi peningkatan penjualan dan kemitraan bisnis.
Membangun Identitas Baru Wonosobo Melalui Kuliner
Predikat “Kota Kuliner Nusantara” bukan hanya slogan, tetapi visi jangka panjang. Festival Kuliner Legend adalah salah satu langkah awal yang konkret. Untuk mencapai predikat itu, Wonosobo perlu terus membangun ekosistem kuliner yang kuat dan konsisten.
Upaya tersebut meliputi:
- Pengembangan kualitas produk kuliner lokal
- Pelatihan UMKM untuk meningkatkan standar higienitas dan branding
- Penyediaan ruang promosi reguler seperti festival atau bazar
- Kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, komunitas, dan pengusaha
Jika semua komponen ini berjalan secara harmonis, bukan hal mustahil Wonosobo akan dikenal bukan hanya karena keindahan Dieng, tetapi juga sebagai pusat kuliner yang menggugah selera wisatawan nusantara.

Cek Juga Artikel Dari Platform beritapembangunan.web.id
