dapurkuliner.com Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tengah memperkuat diplomasi ekonomi melalui kuliner. Salah satu fokus utamanya adalah memperluas ekspor rendang dan produk UMKM ke Malaysia.
Kunjungan Muhibbah dan Madani Roadshow dari Malaysia menjadi momen penting dalam langkah ini. Delegasi yang hadir meliputi Persatuan Cendekiawan Minang Malaysia (PCMM), Wadah Penceradan Umat Malaysia, dan Kolej Dar Al Hikmah.
Pertemuan berlangsung di Auditorium Gubernur Sumbar dan dihadiri pejabat daerah serta pelaku usaha lokal. Tujuan utama kegiatan ini adalah mempererat hubungan antarnegara serumpun dan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU). Kesepakatan tersebut mencakup kerja sama di bidang kuliner, pendidikan, dan perdagangan.
Rendang, Simbol Identitas dan Potensi Ekspor
Rendang telah lama menjadi ikon kuliner Indonesia yang mendunia. Dengan cita rasa khas rempah dan teknik memasak yang kaya tradisi, makanan ini dinilai layak menjadi produk unggulan ekspor.
Malaysia dipilih sebagai mitra strategis karena memiliki kesamaan budaya dan selera kuliner dengan masyarakat Minangkabau.
Gubernur Sumbar menegaskan bahwa langkah ini bukan hanya soal perdagangan, tetapi juga penguatan identitas budaya. “Rendang adalah warisan yang menyatukan masyarakat Minang, baik di dalam maupun luar negeri,” ujarnya.
Selain rendang, pemerintah juga menyiapkan produk turunan seperti keripik balado, dendeng batokok, dan sambal lado hijau sebagai bagian dari paket ekspor.
Kolaborasi Lintas Sektor dan Dukungan Komunitas
Kerja sama dengan Malaysia tidak hanya melibatkan pemerintah. Beberapa lembaga pendidikan dan komunitas diaspora Minang di Malaysia turut mendukung pengembangan produk kuliner ini.
Perwakilan PCMM menegaskan, masyarakat Minang di Malaysia memiliki kerinduan terhadap cita rasa autentik rendang. Hal ini bisa menjadi pintu masuk untuk memperluas pasar.
Delegasi Malaysia menyatakan siap membantu memperkenalkan produk Sumbar di pasar mereka. Salah satu langkah konkret adalah membentuk Pusat Promosi Kuliner Minang di Kuala Lumpur. Pusat ini akan berfungsi sebagai etalase produk Sumbar dan tempat pelatihan pelaku UMKM.
Peningkatan Kualitas dan Standar Ekspor
Agar mampu bersaing di pasar global, Pemprov Sumbar menekankan pentingnya peningkatan kualitas produksi. Dinas Perdagangan daerah menyiapkan program pembinaan untuk memastikan setiap produk memenuhi standar keamanan pangan dan sertifikasi halal internasional.
Pelaku UMKM juga akan mendapat pelatihan tentang branding, kemasan modern, dan pemasaran digital. Tujuannya agar produk rendang dan kuliner khas lainnya tidak hanya enak, tetapi juga menarik secara visual dan siap bersaing di pasar luar negeri.
Pemerintah berencana bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dan Badan Pangan Nasional untuk mendukung aspek perizinan dan keberlanjutan produksi.
Dampak Ekonomi bagi Pelaku UMKM
Rencana ekspor ini diharapkan membawa dampak besar bagi perekonomian daerah. Permintaan ekspor yang meningkat akan membuka lapangan kerja baru dan memperkuat sektor pertanian serta peternakan lokal.
Rendang membutuhkan bahan utama seperti daging sapi, santan, dan rempah. Dengan meningkatnya produksi, rantai pasok di tingkat petani dan peternak juga ikut berkembang.
Pemerintah optimistis industri kuliner Minang bisa menjadi motor ekonomi daerah. Selain itu, kerja sama dengan Malaysia dapat menjadi model pengembangan ekspor bagi daerah lain di Indonesia.
Peluang di Pasar Regional
Ekspor ke Malaysia dinilai sebagai langkah awal menuju pasar yang lebih luas. Sumatera Barat menargetkan ekspansi ke negara-negara Asia Tenggara seperti Brunei Darussalam dan Singapura.
Kesamaan budaya dan cita rasa menjadi keunggulan utama produk kuliner Minang. Dengan strategi promosi yang tepat, rendang dapat menjadi produk global seperti sushi dari Jepang atau kimchi dari Korea.
Pemerintah daerah berencana mengadakan festival kuliner lintas negara untuk memperkenalkan rendang ke pasar internasional. Acara ini akan melibatkan koki, pengusaha, dan komunitas kuliner dari kedua negara.
Rendang Sebagai Jembatan Budaya
Lebih dari sekadar produk dagang, rendang adalah simbol persaudaraan antarbangsa serumpun. Melalui kuliner, hubungan antara Sumatera Barat dan Malaysia dapat semakin erat.
“Setiap sajian rendang membawa cerita tentang sejarah, budaya, dan kebersamaan,” ujar salah satu perwakilan Wadah Penceradan Umat Malaysia.
Kolaborasi ini juga menjadi bentuk diplomasi budaya yang lembut namun efektif. Dengan mengenalkan makanan khas Minang ke luar negeri, Indonesia tidak hanya memasarkan produk, tetapi juga menyebarkan nilai dan identitas bangsanya.
Penutup
Langkah Pemprov Sumbar menggandeng Malaysia sebagai mitra ekspor rendang adalah strategi cerdas untuk memperkuat ekonomi berbasis budaya. Dengan peningkatan kualitas produk, kolaborasi lintas sektor, dan dukungan diaspora, rendang berpotensi menjadi ikon kuliner global.
Selain memberikan manfaat ekonomi, kerja sama ini juga mempererat hubungan budaya antara Indonesia dan Malaysia. Setiap piring rendang yang disajikan di luar negeri bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang cerita dan kebanggaan atas warisan Minangkabau yang kini siap mendunia.n.

Cek Juga Artikel Dari Platform kalbarnews.web.id
