dapurkuliner.com Bandung dikenal sebagai kota yang kaya akan kuliner khas. Dari makanan tradisional Sunda hingga jajanan modern kekinian, semuanya bisa ditemukan di kota berhawa sejuk ini. Namun, di balik hiruk-pikuk kafe Instagramable dan restoran hits, ternyata ada deretan kuliner legendaris yang sering terlewat wisatawan, padahal rasanya begitu otentik dan menggugah selera.
Bagi pencinta kuliner sejati, menjelajahi Bandung tidak lengkap tanpa mencicipi warisan rasa yang sudah bertahan puluhan tahun ini. Berikut lima kuliner legendaris yang jarang disorot, tapi punya cita rasa juara dan cerita menarik di baliknya.
1. Kupat Tahu Gempol – Sarapan Klasik Sejak Zaman Dulu
Kupat Tahu Gempol sudah menjadi legenda di kalangan warga Bandung. Berdiri sejak era 1960-an, tempat ini berlokasi di kawasan Pasar Gempol dan selalu ramai setiap pagi. Meski tampil sederhana, racikan bumbu kacangnya begitu khas—tidak terlalu manis, gurih, dan kaya aroma bawang putih goreng.
Satu porsi terdiri dari potongan ketupat, tahu goreng, tauge, dan siraman saus kacang kental yang disajikan dengan kerupuk merah muda di atasnya. Kesederhanaan tampilannya justru menjadi daya tarik tersendiri.
Bagi warga Bandung, Kupat Tahu Gempol bukan sekadar sarapan, tapi bagian dari kenangan masa kecil. Banyak pelanggan yang datang sejak masih duduk di bangku SD hingga kini membawa anak dan cucu mereka ke tempat yang sama.
2. Mie Kocok Mang Dadeng – Kuah Kaldu Sapi yang Melegenda
Tak ada yang bisa mengalahkan popularitas Mie Kocok Mang Dadeng di kalangan penikmat mie tradisional. Berdiri lebih dari 50 tahun lalu, kedai ini terkenal dengan kuah kaldu sapi kental dan aroma rempah yang menggugah.
Mie kocok khas Bandung ini disajikan dengan kikil empuk, bakso, tauge, dan taburan bawang goreng melimpah. Setiap suapan menghadirkan perpaduan rasa gurih, pedas, dan segar yang sulit ditiru.
Yang membuat Mie Kocok Mang Dadeng istimewa adalah proses pengolahan kaldunya. Kaldu direbus selama berjam-jam menggunakan tulang sapi pilihan hingga menghasilkan cita rasa alami yang gurih dan berlemak pas. Tak heran, banyak pengunjung rela antre panjang demi semangkuk mie kocok legendaris ini.
3. Es Oyen – Manis Segar Penyelamat Hari Panas
Di tengah teriknya siang Bandung, tidak ada yang lebih nikmat daripada semangkuk Es Oyen. Meskipun tampil sederhana, Es Oyen merupakan salah satu jajanan legendaris yang sudah eksis sejak era 1950-an.
Isinya terdiri dari potongan alpukat, kelapa muda, nangka, pacar cina, tape, kolang-kaling, serta es serut yang disiram dengan susu kental manis dan sirup merah khas. Rasa manis dan segarnya berpadu sempurna, memberikan sensasi nostalgia bagi siapa pun yang menikmatinya.
Uniknya, meski banyak bermunculan versi modern dengan topping kekinian, Es Oyen tetap setia dengan resep tradisional. Kesederhanaannya justru membuatnya dicintai lintas generasi. Banyak orang tua yang membawa anak-anaknya untuk mengenalkan “rasa Bandung tempo dulu” lewat semangkuk es ini.
4. Nasi Kalong – Makan Malam Ala “Kalong” yang Selalu Ramai
Bagi yang suka kuliner malam, Nasi Kalong adalah destinasi wajib. Disebut “Kalong” karena buka menjelang malam hingga lewat tengah malam, tempat ini terkenal dengan konsep prasmanan dan lauk rumahan yang menggoda.
Menu utamanya adalah nasi berwarna hitam pekat yang berasal dari campuran kecap dan kluwek. Rasanya gurih-manis dan cocok disantap dengan berbagai lauk seperti ayam goreng madu, tahu tempe pedas, sambal terasi, hingga tumis buncis.
Suasana tempatnya pun selalu ramai. Pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa hingga wisatawan, rela antre panjang hanya untuk sepiring nasi hangat dan lauk sederhana yang terasa “ngangenin.”
Yang membuat Nasi Kalong menarik bukan hanya rasanya, tapi juga nuansa kekeluargaan yang terasa kuat. Para pengunjung sering berbagi meja dan mengobrol santai sambil menikmati makanan malam mereka.
5. Surabi Cihapit – Cita Rasa Klasik yang Tak Lekang Waktu
Surabi adalah ikon kuliner Bandung yang tak bisa dilewatkan, dan Surabi Cihapit adalah salah satu yang paling legendaris. Dimasak menggunakan tungku tanah liat dan arang, surabi di sini punya aroma smokey khas yang tak bisa ditemukan di tempat lain.
Topping-nya bervariasi, dari yang klasik seperti oncom dan kinca gula merah, hingga versi modern dengan keju, cokelat, dan durian. Namun, banyak pengunjung tetap memilih varian tradisional karena rasa gurihnya yang khas dan tekstur adonannya yang lembut di dalam, renyah di luar.
Setiap gigitan menghadirkan rasa nostalgia—mengingatkan pada masa kecil saat menikmati jajanan hangat di sore hari bersama keluarga. Tak heran, meski banyak surabi kekinian bermunculan, Surabi Cihapit tetap menjadi favorit yang tak tergantikan.
Mengapa Kuliner Legendaris Ini Sering Terlewat?
Fenomena banyaknya wisatawan yang lebih tertarik dengan kafe modern membuat kuliner legendaris seperti ini sering terabaikan. Padahal, justru di tempat-tempat sederhana inilah tersimpan cerita sejarah kuliner Bandung yang autentik.
Setiap resep diwariskan dari generasi ke generasi tanpa banyak perubahan, menjaga keaslian rasa yang sudah bertahan puluhan tahun. Di balik setiap piring dan mangkuknya, ada kisah perjuangan keluarga yang menjaga tradisi dengan sepenuh hati.
Bagi para penikmat kuliner, mencicipi makanan legendaris bukan sekadar tentang rasa, tapi juga tentang menghargai perjalanan waktu dan warisan budaya lokal.
Kesimpulan
Bandung memang dikenal dengan inovasi kulinernya yang tiada henti, tetapi jangan lupa untuk menengok ke belakang dan mencoba lima kuliner legendaris yang kerap terlewat ini.
Dari Kupat Tahu Gempol yang penuh nostalgia hingga Surabi Cihapit yang menggoda, semuanya menawarkan rasa autentik yang menjadi bagian dari identitas kuliner Bandung.
Jadi, saat berkunjung ke Kota Kembang berikutnya, sisihkan waktu untuk menjelajah warisan kuliner klasik ini. Karena di setiap suapan, ada cerita, kenangan, dan cinta yang membuat Bandung begitu istimewa di hati para pecinta makanan.

Cek Juga Artikel Dari Platform podiumnews.online
